Terkuak, Pelapor Sakdiah Tidak Dapat Perlihatkan Identitas Diri, Tamatlah Riwayat Dedi Sebagai Kadis Pertanahan

Penyerahan SKGR yang diserahkan oleh Pak RT pada Suami Anita (Yudianto) disaksikan oleh pejabat dinas pertahan Kota Pekanbaru (dokumen red)
Nama Sakdiah tidak ada, yang ada nama Munil
Ini KK Sadiah yang bernama Munil

Riaupdate.com— Pekanbaru. Terungkap di Persidangan PTUN bahwa Sakdiah tidak punya identitas diri.

Disaat Anita tanya waktu persidangan pada Rabu 18/01/2023 pada Ketua Hakim Debora prihal indentitas diri Sakdiah.

Hakim langsung persilahkan tanya pada panitera.

“Aku tanya pas sidang selesai, malah Panitera memutar balikkan pertanyaan tanya pada pengacara Sakdiah”, terang Anita dengan nada kecewa.

Yang diakui oleh Mimis Yulita bahwa bukan tanda tangan nya, padahal jelas sekali ini bukan Anita yang buat karena berkas nya dari dinas pertanahan semuanya. Jadi timbul pertanyaan bagi saya, apakah ini ada mafia pertahanan disini”, tambah Anita lagi pada awak media riaupdate.com kemaren 19/1/2023.

“Di fakta persidangan Allah Maha Besar. Telah perlihatkan kekuasaannya. Misalnya pengacara Sakdiah tidak bisa menjawab mana yang asli dan palsu ketika hakim menanyakan mana yang asli mana yang palsu”, ujar Anita.

“Kemudian Pengacara Anita, Nuriman menanyakan kepada saksi Mimis Yulita bahwa tanahnya sepadan dengan sakdiah, tapi Mimis tidak bias jawab. Dan ada juga suatu kejanggalan (18/01/2023) ketika
Hakim menanyakan pada Yani RT. Jadi Sakdiah punya surat darimana Bapak tau. Dijawab Yani, Karena dia berladang sama suaminya. Lalu ketua Hakim tanya lagi Apakah anda pernah melihat Sakdiah berladang. Tidak Buk, kata Yani. Jadi semuanya nampak sekali fakta dipersidangan”, terang Anita.

Yang diketahui, yang minta tanda tangan Mimis Yulita adalah Pak RT Jefri Murdani. Jadi ketahui jika Mimis dipaksa Pak RT. Disinilah logika nya.

Apakah mungkin seorang Buk Sadiah yang uzur menggugat, ini bisa diduga ada dibelakangnya. Orang Polda saja untuk ambil keterangan kerumah Sakdiah langsung pengacaranya bilang Sakdiah sudah uzur. Dan ketika orang Polda minta identitas, Sakdiah tidak dapat memperlihatkan pada pihak kepolisian, terang Anita datar.

“Di KK (Kartu Keluarga) Sakdiah, Sakdiah bernama Munil. Jadi sejak kapan dari nama Munil berubah Sakdiah”, kata Anita sambil perlihatkan foto kopi KK Sakdiah yang bernama Munil.

Hari ini Jum’at 20/1/2023 adalah sidang lanjutan PTUN yaitu Sidang Lapangan ditempat perkara (Perkantoran Walikota Pekanbaru Tenayan Raya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ArabicEnglishIndonesian