Fantastis, Puluhan Milyar Anggaran di Sekwan DPRD Pekanbaru diduga diKorupsi !

www.riaupdate.com

PEKANBARU, Dalam Pressconfrence menjelang siang 6/1/2022 di Aula rumah makan Ayam Nonjok jalan Tuanku Tambusai, Ketua Pemuda Milenial Pekanbaru / PMP Teva Iris yang didampingi oleh Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan / LP-KPK Komda Provinsi Riau Thabrani Al Indragiri beserta Perwakilan Mahasiswa Pekanbaru Oky Pratama bersama Larshen Yunus yang dalam kapasitasnya yang diberikan Kuasa Khusus untuk Pendampingan Hukum dalam persoalan ini menduga telah terjadi Tindak Pidana Korupsi di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru senilai Puluhan Milyar Rupiah pada tahun anggaran 2020 selama dipimpin oleh BR selaku Plt. Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru.

Dalam kesempatan tersebut Teva Iris dan Tabrani menyatakan bahwa terdapat beberapa point anggaran yang diduga merupakan Tindak Pidana Korupsi ini akan segera dilaporkan kepihak Kejaksaan Kota Pekanbaru diantaranya :

  1. Realisasi Anggaran AKD Puluhan Milyar
  2. Kegiatan rapat-rapat Paripurna Milyaran Rupiah
  3. Kegiatan makan minum rapat kantor Milyaran Rupiah
  4. Penyebaran Informasi yang bersifat penyuluhan (Pengelolaan Website DPRD Kota Pekanbaru) sebesar puluhan Milyar Rupiah
  5. Dugaan Mark Up biaya Perawatan dan Laporan Fiktif terhadap sejumlah mobil Kendaraan Operasional di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru
  6. Dugaan Mark Up dan laporan fiktif terhadap sejumlah tenaga harian lepas (THL) dilingkungan DPRD Kota Pekanbaru
  7. Dugaan penggelapan puluhan kendaraan dan mobil dinas dilingkungan DPRD Kota Pekanbaru yang dikuasai oleh pihak-pihak yang tidak berhak dengan cara mengatasnamakan pihak tertentu sebagai peminjam, sementara diketahui bahwa Sekretaris DPRD sebagai lembaga tidak memiliki kewenangan untuk meminjamkan asset negara kepada siapapun.
  8. Terdapat anggota DPRD Kota Pekanbaru aktif yang menguasai mobil dinas dan sekaligus menerima dana tunjangan transportasi Dewan, dan hal itu melanggar PP Tahun 2017 Tentang Keuangan Anggota DPRD.

Didepan belasan awak media yang diakhiri dengan sesi tanya jawab terkait persoalan tersebut, para Aktivis Anti Korupsi ini mengatakan, bahwa disaat penyebaran virus Covid 19 lagi tinggi pada masa itu justru kegiatan rapat-rapat, rapat Paripurna dan makan minum lebih banyak dilakukan via Zoom Meeting, oleh karena itu jika laporan ini nantinya tidak segera ditindak lanjuti oleh Pihak Kejaksaan Kota Pekanbaru, maka kami akan menempuh upaya hukum di Kejaksaan Agung RI, Ungkap para Aktivis.

Ditanya soal bukti apa yang membuatnya yakin dapat menguak dugaan Tindak Pidana Korupsi Puluhan Milyar di Sekwan DPRD Kota Pekanbaru tahun anggaran 2020 tersebut, Teva iris mengatakan bahwa nanti pas kami laporkan beberapa bukti akan kami berikan kepihak wartawan. Hingga berita ini diturunkan mantan BR Selaku Plt. Sekwan Kota Pekanbaru tahun 2020 masih belum menjawab konfirmasi tim investigasi riaupdate.com bersama beberapa awak media lainnya. (*thd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ArabicEnglishIndonesian