Yusril : Salah Kebijakan bisa dianggap Genosida !

foto : suara islam

riaupdate.com

Sebagaimana telah banyak diberitakan sebelumnya, bahwa saat ini sudah lebih dari 600 dokter gugur karena COVID-19. Dalam webinar yang digelar IDI pada Sabtu (31/7) malam Prof. Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa hal tersebut perlu menjadi perhatian serius. “Menurut saya perlu ditelusuri di Indonesia dokter meninggal sangat banyak.”

Lebih lanjut dalam diskusi tersebut Prof. Yusril mengatakan bahwa salah Kebijakan yang berdampak luas akan menimbulkan suatu persoalan hukum, walaupun Mahkamah Agung punya Yurisprudensi sejak zaman Belanda dulu, yang namanya Bleid Pemerintah itu tidak dapat dinilai oleh Pengadilan, tapi kalau Bleid itu nyata keliru dan menimbulkan dampak yang sangat luas katakanlah misalnya soal Kematian. Maka kalau Kebijakan yang ditempuh dan Kebijakan itu salah serta menimbulkan dampak yang sangat luas kepada masyarakat itu bisa membuat suatu persoalan hukum. Kalau menyangkut individual itu delik pidana biasa, tapi kalau menimbulkan korban secara massal berdampak luas apalagi dilakukan secara sistematik misalkan itu delik kesengajaan ataupun juga karena kesalahan kebijakan mengakibatkan kematian yang begitu banyak itu juga bisa juga diinvestigasi ada unsur pelanggaran HAM berat apa tidak.

Terkait hal tersebut sebagaimana banyak dari unsur masyarakat yang telah jauh-jauh hari menyarankan bahwa Lockdown merupakan kunci keberhasilan dalam mengatasi Pandemi, namun sebagaimana kenyataannya Pemerintahan Jokowi justru memberlakukan PSBB, PPKM darurat, PPKM Mikro dan kini PPKM level IV yang terkesan seperti menghindari kewajiban dari Undang – Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Wilayah sebagaimana diatur dalam pasal 55 ayat (1) yang berbunyi bahwa “Selama dalam karantina wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,”. (*thd)

Sumber : Klik Kata / Kalimat berwarna Biru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ArabicEnglishIndonesian