MUHAMMAD AULIA: Berilah Jala Pada Masyarakat Bukan Ikan

PEKANBARU.riaupdate. JIKA kita bicara bicara tentang anak muda harapan bangsa, maka akan terbayang dengan sosok Muhammad Aulia, seorang anak muda bahkan anggota Dewan termuda di DPRD Provinsi Riau 2019-2024 yang dilantik pada Hari Jumat 6/9/2019 masih berusia 25 tahun.

Beliau berhasil menjadi anggota dewan setelah meraup suara terbanyak di partainya, Gerindra, untuk Daerah Pemilihan Kota Pekanbaru pada Pemilu 2019.

Sebagai anggota DPRD Riau termuda, pemuda kelahiran Pekanbaru, 30 November 1993 ini, ingin parlemen Provinsi Riau periode ini dapat mengakomodir kebijakan-kebijakan daerah yang pro terhadap pengembangan pemuda Riau dan ekonomi digital.

”Saya ingin menunjukkan bahwa eksistensi pemuda/pemudi Provinsi Riau juga untuk kualitas parlemen yang lebih baik. Dengan adanya politikus muda, saya berharap dapat membantu membenahi parlemen di masa depan, khususnya terkait transparansi anggaran dan kinerja dalam platform digital yang dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses dan terlibat langsung dalam pengawasannya,” ujar Aulia dalam perbincangan dengan awak media usai pelantikan anggota DPRD Riau.

”Saya juga ingin membentuk gerakan politik muda parlemen dalam rangka mengembangkan potensi Provinsi Riau, baik dalam skala nasional maupun internasional,” tegas Aulia.

Namun demikian, kata Aulia, semua gerakan politik muda parlemen ini tetap mengedepankan etika dan kesantunan politik yang bermartabat.

”Saya juga ingin masyarakat bisa melihat bahwa politik bukanlah sesuatu yang ‘semrawut’ atau penuh dengan persaingan. Saya ingin menampilkan demokrasi yang sehat dan santun. Saya menawarkan pendidikan politik ke publik lewat keteladanan dan sikap antikorupsi, serta menolak politik uang,” jelas Aulia.

Tidak hanya itu. Politisi masa depan Gerindra ini juga menyampaikan akan memberi perhatian serius kepada persoalan pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan muda dalam penguatan potensi daerah.

”Kita harus mengubah pandangan politik secara perlahan, khususnya untuk para anak-anak muda Bumi Lancang Kuning, penerus estafet kepemimpinan 5-10 tahun ke depan. Pemuda/pemudi harusnya lebih bahagia ketika diberi jala, dibanding diberi ikan, karena jala akan memberikan kesempatan pemuda/pemudi kita untuk terus produktif dalam menghasilkan ikan,” sambung Aulia.

(goriau.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ArabicEnglishIndonesian